Cari

Tampilkan postingan dengan label unnes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unnes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Resensi "Singkar"

Oleh: Biya Ebi Praheto
Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Universitas Negeri Semarang


Irah-irahan : Singkar

Pangarang : Siti Aminah

Panerbit : Griya Jawi, Semarang

Taun : 2008

Kandel : 134+10 hal

Ukuran : 19,5 x 13,5 cm

Siti Aminah menika penulis sastra Jawa ingkang piawai. Katah karyanipun ingkang dipunmuat wonten ing media masa lan kababar dening panerbit-panerbit lokal. Kapinteranipun wonten ing makarya boten lepat saking lingkunganipun. Siti Aminah menika wiyos lan dipunagengaken ing Yogyakarta sarta dinten-dintenipun ngangge basa Jawa kangge komunikasi.

Salah satunggalipun karya Siti Aminah inggih menika Singkar, ingkang awujud novel fiksi. Singkar taksih nyritakaken babagan perkawis katresnan ingkang dipunkomplikasiaken kalihan problema ingkang dipunalami dening tokoh utama lan tokoh-tokoh sanesipun. Novel menika benten kalihan novel sanesipun, konflik cerita Singkar wonten ing babagan satunggal ingkang biasanipun wonten ing tengah cerita. Kapinteranipun panulis kauji dening wontenipun kilas balik nyritaaken masa lampau wonten ing babagan kalih. Sasanesipun ugi wonten kritik sosial ingkang katingal wonten ngendikanipun tokoh ing babagan kapitu, salah satunggalipun inggih menika “Mula lewih becik dadi mahasiswa sing aktivis, iya ta? Aksi, macetake dalan, mlebu tv, koran, dadi kondang. Ta? During maneh kuliahe ketheteran?.”. Latar ingkang dipunginakaken wonten novel inggih menika Kota Yogyakarta, dados pangarang maringi ending cerita gempa Jogja. Gempa Jogja menika dipunceritakaken saking babagan kawolulas.

Novel Singkar sanes kalebet novel kandel. Isi novel menika kaperang dados babagan-babagan ingkang ndukung antara babagan satunggal kalihan babagan sanesipun. Wonten dalem novel, ugi dipunparingi kathah sanget setting keadaan, konflik, lan peristiwa. Sasanesipun, sedaya tokoh wonten novel menika gadah peran penuh lan penting kangge mbangun novel Singkar menika.

Bhava – Rasa FILM JAANI DUSHMAN

Oleh: Biya Ebi Praheto

Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Universitas Negeri Semarang


INTI CERITA FILM JAANI DUSHMAN

Jaani Dushman menceritakan kisah percintaan dua ekor ular yang dikutuk oleh seorang pertapa karena ketidaksengajaannya mengganggu ketenangan pertapa tersebut. Si ular betina (Vasundra) atau dikutuk akan mati ketika matahari terbenam. Akhirnya dua ular ini memohon keringanan akan kutukan tersebut tetapi sambil memukulkan kepala keatas batu. Kutukan tidak dapat dicabut lagi tetapi dapat diringankan yaitu Vasundra akan dilahirkan kembali sebagai anak perempuan pada abad 21 dan sang ular jantan (Kapil) menunggu di dalam pohon sampai abad 21.

***

Di abad 21 Vasundra telah dilahirkan kembali menjadi gadis yang sangat cantik dan pintar yaitu Divya. Semua permasalahan di abad 21 muncul ketika Divya hendak diperkosa oleh teman kuliahnya yaitu Vijay dan Rajesh tetapi berhasil diselamatkan kekasih Vidya yaitu Javed. Vijay dan Rajesh di bawa ke Rektor mereka untuk ditindak lanjuti. Akhirnya vijay dan Rajesh disuruh minta maaf ke Divya. di depan teman-teman Divya mereka minta maaf, Divya tak kunjung memaafkannya tetapi semua teman-temannya membujuk untuk memaafkan sampai akhirnya Divya memaafkan.

***

Suatu malam di dalam tidurnya ia merasa terpanggil oleh sebuah lagu, panggilan itu merupakan panggilan dari sang ular jantan (Kapil) yang telah menunggu Divya berabad-abad didalam pohon. Secara tidak sadar Divya pergi kearah sumber suara itu dan dia bertemu dengan Kapil. Divya sudah tidak ingat apapun kalau dia adalah Vasundra dan Kapil adalah kekasihnya. Kapil memberikan mustikanya kepada Divya sehingga Divya ingat semua akan masa lalunya dan ingat kalau Kapil adalah kekasihnya.

***

Suatu ketika teman-teman Divya mengajak mengadakan pesta di benteng Nagda. Divya dikasih tahu untuk datang jam 11 tetapi Vijay dan Rajesh masih berpikir jahat untuk memperkosa Divya. Akhirnya dengan menyamarkan suara teman-teman Vijay menyuruh Divya untuk datang ke benteng jam 9. Keesokannya Divya datang jam 9 dan disana hanya ada Vijay dan Rajesh. Divya pun akhirnya di perkosa dan Divya mengakhiri hidupnya dengan memukulkan perutnya ke sebuah balok dan akhirnya mati. Ketika teman-teman Divya datang Divya dalam keadaan yang mengenaskan. Pesan terakhir dari Divya adalah akan membalas dendam kepada semua teman-temannya yang telah dianggap bersekongkol untuk menghancurkan dirinya. Ketika itu pula Kapil datang dan marah. Teman-temannya lari dan pergi.

***

Teman-teman Divya merasa ketakutan jika mereka akan dibunuh satu persatu, walaupun mereka tahu yang salah bukanlah mereka tetapi vijay dan Rajesh. Rektor mereka mendengar dan mengajak mereka untuk menyelesaikan masalah dengan memanggil Ruh Divya untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi. Tetapi Divya tetap tidak memaafkan. Akhirnya mereka diberi sebuah kalung yang dapat melindungi mereka dari arwah Divya dan ular jantan Kapil yang akan balas dendam. Akan tetapi satu persatu dari mereka tetap dapat dibunuh oleh kapil dan Divya sampai akhirnya tersisa beberapa yaitu adik dari kekasih Divya di abad 21. Pertarungan demi pertarungan terjadi. Dengan bantuan Pak Rektor, akhirnya Javed dapat mengalahkan Kapil dan Divya. Kapil dan Divyapun akhirnya pergi menghilang dan kembali bersatu seperti sebelumnya.


SATUAN NARATIF

1. Vidya melakukan aktivitasnya dan berbincang-bincang dengan teman-temannya dikampus.

2. Vijay dan Rajesh menyelinap masuk ke kamar asrama Divya lewat jendela.

3. Divya Terkejut ketika melihat Vijay dan rajesh berada dikamarnya.

4. Vijay dan Rajesh hendak memperkosa Divya.

5. Javed kekasih Divya datang dan menyelamatkan Divya.

6. Vijay dan rajesh dibawa ke Pak Rektor oleh Javed.

7. Vijay dan Rajesh meminta maaf kepada Divya didepan teman-teman dan Divya tidak mau memaafkannya.

8. Teman-teman Divya terus membujuk agar Divya mau memeafkan dan akhirnya Divya pun memaafkan Vijay dan Rajesh.

9. Suatu malam Divya merasa terpanggil oleh suatu nyayian dan menghampiri sumber suara tersebut.

10. Divya bertemu dengan Kapil.

11. Kapil menceritakan semua masa lalunya tetapi divya tetap tidak ingat.

12. Kapil memberikan mustikanya kepada Divya sehingga Divya dapat mengingat semua masa lalunya.

13. Teman-teman Divya mengajak pesta di benteng Nagda.

14. Vijay menyamarkan suara dan menelpon Divya untuk datang ke benteng besok lebih awal jam 9.

15. Divya datang ke benteng dan hanya bertemu dengan Vijay dan Rajesh.

16. Divya diperkosa Vijay dan rajesh.

17. Divya akhirnya bunuh diri.

18. Teman-teman Divya datang dan terkejut dengan keadaan Divya.

19. Divya berjanji akan balas dendam kepada semua teman-temannya yang telah dianggap sekongkol menghancurkannya.

20. Kapil datang dan marah.

21. Teman-temannya lari dan rajesh terbunuh oleh Kapil.

22. Dikampus teman-teman Divya takut dan cemas.

23. Semua teman-teman Divya di ajak Pak Rektor untuk memanggil arwah Divya.

24. Arwah Divya datang dan diberi penjelasan kalau yang salah adalah Vijay dan Rajesh tetepi Divya tetap tidak mau Tahu.

25. Teman-teman Duvya diberi kalung jimat oleh pak rektor agar terhindar dari Divya dan kapil.

26. Satu persatu Divya dan Kapil balas dendam dan membunuh teman-temanya.

27. Viviek adik Javed akan dibunuh kapil.

28. Viviek ketakutan dan menelpon Javed kakaknya untuk pulang.

29. Kapil menyamar menjadi Javed dan menusuk Viviek.

30. Javed dituduh akan membunuh Viviek dan dipenjara.

31. Javed bertemu dengan arwah Divya, dan Divya menceritakan tentang tragedi yang menimpanya.

32. Disuatu tempat terjadi pertarungan antara Viviek yang akan dibunuh oleh kapil.

33. Javed datang untuk menyelamatkan Viviek.

34. Javed berkelahi dengan Kapil yang telah bergabung dengan arwah Divya.

35. Javed akhirnya kalah.

36. Rektor memberikan bantuan dengan kekuatannya sehingga Javed dapat kembali bangkit dan mengalahkan Kapil berserta Divya.

37. Viviek akhirnya terselamatkan serta Kapil dan arwah Divya pergi menghilang bersama.

Bhava – Rasa

1. Rati-Srngara (Kenikmatan)

Terjadi Ketika adegan:

- Divya mendengar nyayian panggilan dari Kapil.

- Divya dan Javed Bernyayi bersama.

- Vijay dan Rajesh memperkosa Divya di benteng.

2. Hasa-Hasya (Humor/Lucu)

Terjadi ketika adegan:

- Atul dan Viviek menertawakan Vijay dan Rajesh karena tidak dapat membujuk Divya untuk mengajarkan Cinta.

3. Soka-Karuna (Kesedihan)

Terjadi ketika adegan:

- Vivik mengantarkan Javed kakanya ke Bandara untuk pergi ke London

- Divya diperkosa oleh Vijay dan Rajesh dibenteng dan Divya bunuh diri.

- Vijay terbunuh ketika dimalam pernikahannya.

4. Krodha-Raudra (Kemarahan)

Terjadi ketika adegan:

- Javed marah ketika melihat Divya hendak diperkosa oleh Vijay dan Rajesh di kamar asramanya.

- Pak Rektor marah ketika mengetahui dua mahasiswanya hendak memperkosa seorang gadis.

- Kapil marah ketika melihat keadaan Divya yang tragis di benteng.

5. Utsaha-Vira (Keberanian)

Terjadi ketika adegan:

- Javed menyelamatkan Divya kekasihnya ketika hendak diperkosa oleh vijay dan rajesh.

- Kapil dan arwah Divya balas dendam dan membunuh satu per satu teman-temannya.

- Pak Rektor memanggil arwah Divya.

- Atul teman Divya tidak mau memakai kalung penangkal agar terhindar dari Kapil dan arwah Divya karena kepercayaannya pada Tuhan.

- Atul bertarung melawan Kapil.

- Javed menyelamatkan Viviek adiknya yang akan dibunuh.

6. Bhaya-Bhayanaka (Ketakutan)

Terjadi ketika adegan:

- Divya akan diperkosa Vijay dan rajesh dikamar asramanya.

- Vijay dan rajesh ketika dibawa kehadapan Pak rektor.

- Teman-teman Divya ketakutan akan balas dendam dari Divya dan kapil.

- Ashok yang menghadapi kapil dan dibunuh.

- Viviek ketika ditelpon Kapil akan dibunuh.

- Viviek ketika bertemu Kapil.

- Teman-teman Divya ketika bertemu dengan Kapil dan arwah Divya.

7. Jugupss-Vibhatsa (Kejijikan)

Terjadi ketika adegan:

- Divya jijik kepada Vijay dan Rajesh ketika hendak diperkosa.

- Javed melihat Vijay dan Rajesh hendak memperkosa kekasihnya Divya.

- Divya mendapat permintatan maaf dari Vijay dan rajesh.

- Divya ketika hanya bertemu Vijay dan Rajesh di Benteng dan diperkosa.

8. Vismaya-Abdutha (Keheranan)

Terjadi ketika adegan:

- Divya menemukan Vijay dan Rajesh sudah berada di dalam kamarnya.

- Divya pergi ke benteng dan tidak ada siapa-siapa di sana.

- Divya hanya bertemu Vijay dan Rajesh di benteng.

9. Nirveda-Santa (Ketenangan/Gembira)

- Divya dan Javed bernyayi bersama disebuah pesta.

- Divya mendengar nyanyian panggilan dari kapil.

- Kapil bertemu dengan Divya/Vasundra setelah sekian lama terpisah.

Cerkak "TUGAS MARANG PALESTINA"

By. Biya Ebi Praheto

Suasanane kantor katon sibuk banget, wong-wong padha sliwar-sliwer nyiapke siaran berita terkini. Doni ora kalah sibukke, ana ing ruang make up nyambi latihan maca berita sing arep disiarke.

“Don...ayo cepetan, lima menit maneh siaran” omonge Pak Jarwo produser beritane koro kesusu-susu.

“Sekedap pak” saute Doni.

Wis ora aneh situasi kaya iki, sabab wis dadi pagaweyane ana ing kantor iki.

Kabeh wis sisp. Doni sing arep maca berita terkini ya wis ana ing ruang siaran.

“telu...loro...siji...eksyen...!!!” kameramene ngaba-abani angger siaran dimulai

Kaya biasa Doni maca berita karo PD-ne, sedela wis rampung sebab berita terkini ora ana supuluh menit.

Nang ruang meeting lagi ana rapat wong-wong penting. Doni penasaran, “lagi ana rapat apa ya, ora biasane ana rapat kaya iki” omongane Doni ing ati karo tetep mlaku ngliwati ruang meeting.

“Sinta...iku lagi padha rapat apa toh ing ruang meeting” takone doni marang kanca saperjuangane nang satasiun berita iki.

“oh...kuwi lagi rapat nentukna sapa sing bakal dikirim marang palestina kanggo ngliput berita ing kana” jawabe Sinta karo mesem.

“Aduh, muga-muga aja aku lah sing dikon marang kana” saute doni spontan.

Rapat wis rampung, kabeh kru TV dikumpulna ing ruang pertemuan. Sawise padha kumpul kabeh, pak Jarwo njelaske masalah palestina ingkang lagi dijajah ing yahudi alias lagi dibom bardir nang yahudi.

“terkait lagi ana berita sing kudu diliput ing palestina, rapat sing mau wis dianake wis nggawe keputusan sapa bae sing bakal diwei tugas iki. Langsung bae ya diwacake keutusane rapat. Sing pertama ana telu wong sing bakal lunga maring palestina yaiku Doni, Sinta, karo Marwan” pak Jarwo ngomong kaya maca pengumuman.

Doni kaget banget jenenge kesebut, meski abot Doni duwe prinsip iki tugas kudu dilakoni, gelem ora gelem ya kudu mangkat.

***

Doni, Sinta, lan Marwan wis gutul nang bandara Ahmad Yani. Wong telu iki bakal dadi kru sing kompak merga sadurunge wis tau dikirim bareng kaya iki tapi marang papua. Kabeh wis numpak motor mabur. Ora nganti sadina Doni, Sinta, lan Marwan wis gutul nang Mesir. Pancen palestina lagi diblokir dadi kudu maring mesir disit ngurus surat ijin mlebu lan ngliput berita ing palestina.

“ternyata ora gampang yah ngliput berita nang kene, boro-boro ngliput...mlebu palestina ya angel banget” celatune Sinta sinambi mangan mie.

“iya ya...dhewek wis rong dina ing kene tapi surat ijin ya urung metu” Doni nyauti omonge sinta.

“Wis...wis...sabar wae...dinikmati wae, kaya aku iki loh...anggep wae lagi liburan, lumayan toh...!!” omonge Marwan nggawe sing liyane ngguyu.

Ora sadar wis wengi banget, wong telu iku uwis pada wareg kabeh kur gari mulih penginepan lan nyiapke awak kanggo ngurus surat ijin ngesuke.

Esuk nang mesir beda karo nang Indonesia. Doni, Sinta, karo Marwan tangi gasik banget siap-siap lunga maneh marang kantor sing ngurusi surat ijin ngliput lan mlebu palestina. Dina iku lagi apik kanggo wong telu iki, surat ijin ya wis metu. Doni seneng banget, sing liyane ya ora kalah senenge. Ora mbuang wektu langsung ngliput ing palestina, meski wis olih surat ijin masalah tetep esih ana. Kapan wae bom lan peluru bisa nyasar maring awak merga saking brutale wong-wong yahudi sing sakepenake wae ngambrah-ambrah negri nabi iku. Saben dina golet informasi lan ngliput keadaane negri palestina terus disiarke marang indonesia. Doni lan Sinta sing dadi presentere utawa pembawa beritane ora tau loyo, terus semangat nei kabar marang wong akeh terutama nang indonesia men pada ngerti keadaane palestina sing nyedihke banget. Akeh bocah cilik sing pada mati. Akeh mayat sing pating glimpang nang dalan-dalan. Umah-umah pada ancur dibom bardil. Atine Doni lan kancane sedih banget ndelengake keadaan ing palestina.

“Dasar Yahudi, bisane kur gawe mala marang bangsa liya. Ora duwe perasaan lan kejam banget” Celatune doni ing sela-sela ngliput.

“iya dhewek sing pada-pada seiman karo wong-wong palestina para pejuang sing hebat-hebat iku uga ora terima toh yen palestina diperlakokke kaya iki?” Sinta ya pada ngomonge.

“Ya wis... kita dongakke wae moga-moga keadaan iki cepet rampung lan bisa damai”. Marwan gawe adem suasanane.

***

Uwis arep telung minggu anggone Doni lan kanca-kancane ngliput berita ing palestina, akeh sing diolihke saka tugas iki. Ora mung olih berita, tapi sing penting atine dhewek pada melek weruh keadaan sing nyedihke iki. Keadaan sing gawe ngelu weruh wong-wong Israel sakepenake dhewek ngobrak-abrik negri palestina iki.

Genep telung minggu Doni, Sinta, Marwan njalanke tugas ngliput. Surat ijin ya wis entong masane. Dina iki Doni, Sinta, lan Marwan balik marang indonesia. Ketelune ngrasake lega merga tugase wis rampung, tapi pengalamane ngliput ing Palestina ora bakal diklalenke.